Pelayan Muslim di Paris, Dipukul Karena Sajikan Bir di Bulan Ramadhan

Pelayan Muslim di Paris, Dipukul Karena Sajikan Bir di Bulan Ramadhan
Pelayan Muslim di Paris, Dipukul Karena Sajikan Bir di Bulan Ramadhan
Pelayan Muslim di Paris, Dipukul Karena Sajikan Bir di Bulan Ramadhan - Kejadian pemukulan kembali terjadi di bulan Puasa Ramadhan, seorang pelayan perempuan yang bekerja disalah satu bar ternama di Nice, Paris ini menjadi amukan dua pria yang tak dikenal asal usulnya. Menurut pengakuan sang pelayan, ia dipukul karena menyajikan minum keras sehingga membuat kedua pria tersebut memukul dan menghinanya telah mempermalukan agama Islam.

Hal ini pun membuat sang pelayan perempuan langsung melaporkan pemukulan tersebut kepada pihak berwajib.

Saat tiba di kantor polisi, perempuan tersebut mengatakan bahwa dia sangat takut atas insiden tersebut.

"Saya sangat takut dengan insiden tersebut, karena posisi saya sendirian di dalam bar, saya kaget mereka langsung menyerang saya" ujar dia seperti dikutip The Independent.

Ia pun mengklarifikasikan sebelum pemukulan terjadi, kedua pria itu telah menunjuk dirinya dan berbicara dengan bahasa Arab, mereka mengatakan.

"Kamu sangat memalukan menyajikan alkohol pada bulan Ramadhan. Jika saya adalah Tuhan, maka kamu akan saya gantung."

Atas perkataan tersebut, sang pelayan pun membela diri dan kembali mengatakan, "Kalian itu bukan Tuhan saya, kalian tidak berhak menghakimi saya seperti ini. Karena saya hanya pelayan".

Namun, bukan hanya itu menurut pengakuan sang pelayan, kedua pria tersebut mengucapkan kata pelacur dan jalang sebelum meninggalkan bar tersebut. Namun, setelah mereka pergi, salah seorang pria tersebut langsung memukulnya hingga terjatuh.

"Saya dipukul, saya sangat takut." ucap sang pelayan.

Dalam kasus tersebut, sang perempuan tidak ingin menunjukkan identitas dirinya, mungkin karena ia malu karena dipukul. Meski demikian ia juga berharap  tidak ada kejadian seperti ini lagi yang menimpa para perempuan.

"Saya tidak berpikir di Perancis merupakan negara yang bebas. Saya dipukul seperti ini. Saya takut mereka bisa kembali lagi dan memukul saya."

Pihak polisi pun langsung mencari kedua pelaku yang memukul korban, menurut koran lokal dua pria itu telah diidentifikasi, namun belum juga ditahan.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment